CARPE DIEM QUAM MINIMUM CREDULA POSTERO

Ada yang tahu apa maknanya?Mungkin sebagian dari kalian hacia pembaca sudah pernah mendengar bagian carpe diem, yang artinya “petiklah daun” atau “rebutlah hari” solamente lainnya.

Estás mirando: Carpe diem quam minimum credula postero

Di mana kalian pernah mendengar? Tentunya di Kak Ary. Kak Ary pernah menggunakannya untuk Kapten Brick dalam Hexotic Cafe. Kak Ary mendominasikan carpe diem dengan kata carpe librum yang artinya “ambil sebuah buku”. Pas sekali untuk Kapten Brick iya kan?Nah, di sini saya mencari runut masalahnya hingga sampai di sebuah black hole milik Naga. Eh, bukan ya. Akhirnya, Saya memilih meriset kata-kata ini. Saya punya insting kalau carpe diem ini adalah sebuah peribahasa.Langsung saja saya searching dan benar menemukan peribahasa latin ini. Jadi, peribahasa ini dari bahasa latin ya. Saya pun mendapatkan bunyi penuhnya yaitu "carpe diem, quam minimum credula postero" yang berarti "petiklah hari solamente percayalah sedikit mungkin akan hari esok."Bisa tidak ya disebut peribahasa? Entahlah. Yang jelas carpe diem diambil dari penyair latin Horace yang berarti seseorang harus menikmati yang hadir bukan lebih mengkhawatirkan tentang manden depan, begitulah bila dipahami secara nyaman puisi tersebut.

Di atas disebut diambil dari sebuah syair. Bisa saja ya.


Nah, filosofi carpe diem sangatlah dalam untuk dipelajari solamente bila kita maknai akan terasa sejuk hati dalam merenungkannya seperti menikmati senja di tepi pantai yang biru dengan pancaran langit indah di atasnya. Dalam carpe diem kita menyadari bahwa kekhawatiran yang berlebih bisa memperburuk keadaan, melahirkan penyakit, solamente terkungkung pada stres yang tak tercegah. Maka dengan merenungkan filosofi Horace kita akan teguh dalam menjalani hari tanpa dihantui ketakutan akan hal yang tak bisa dimiliki.

Carpe diem yang muncul dalam buku penyair Romawi Horace dalam Odes I, diterbitkan pada veintitres SM. Menurut Horace, mandaron depan kita tidak dapat diprediksi, jadi kita harus melakukan apa pun yang bisa kita lakukan hari ini dan jangan mengandalkan peluang solamente peluang yang mungkin datang di masa depan. Arti yang tepat dari frasa ini adalah "merebut hari". Ini adalah pepatah, yang berarti bahwa seseorang harus bertindak hari ini dan tidak menunggu ya no depan. Lebih tepatnya, ini mengacu pada pemetikan buah-buahan. Jadi, makna penuh dari kalimat ini adalah untuk memetik hari anda, percayai masa depan sesedikit mungkin. Dengan kata sederhana, itu berarti menikmati hari ini solamente saat itu, tanpa membuang waktu karena tidak ada yang tahu apa yang mungkin terjadi di manden depan.

Ver más: Los 10 Mejores Sitios Para Cenar En Madrid A Los Que Deberías Ir

Kita dapat menggunakannya dengan cara a cara yang mirip dengan peribahasa go dalam bahasa Inggris, yang memberi tahu kita bahwa kita harus memanfaatkan sebagian besar waktu yang kita miliki karena kita memiliki waktu yang singkat di Bumi.Kalimat carpe diem sering disalahartikan sebagai "makan solamente minumlah, karena esok kita mati". Carpe diem atau dalam bahasa Indonesia kita artikan sebagai merebut hari digunakan untuk membenarkan perilaku spontan solamente memanfaatkan hari ini atas kesalahan manden lalu karena orang tidak tahu apakah mereka akan hidup untuk melihat besok.

Namun, kalimat yang sebenarnya tidak mengatakan untuk mengabaikan mandaron depan, melainkan untuk melakukan sebanyak yang dapat dilakukan sekarang karena mereka tidak akan tahu apakah semuanya akan jatuh ke dalam jangka panjang. Ajarkanlah diri untuk mencintai apa yang dimiliki saat ini solamente melupakan segala keinginan yang memaksa untuk mendapatkan sesuatu yang menggebu secara cepat.

Inilah kehidupan yang tengah kita jalani dan tetaplah setia bersama langkah yang tengah kita tempuh.

Ver más: Viajar A Cuba, 30 Consejos Para Viajar A Cuba 2017, 15 Consejos Para Viajar A Cuba (Que Debes Saber)

Maksud kata-kata ini adalah orang dianjurkan untuk hidup memanfaatkan hari ini secara lebih optimal tidak menunda sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat memanfaatkan waktu yang diberikan secara optimal.

Sampailah pada kesimpulan jika kita harus menjalankan hari ini sebaik-baiknya solamente melakukan lebih baik untuk hari esok

~FatmaCahaya

Topik Peribahasa